Think Creative – Day 4: Handuk dan Superman – Siapapun yang mengenal Salfa, pasti paham bagaimana tingkah anak yang lahir di bulan Juni, sekitar 4 tahun silam. Mulutnya yang tidak pernah bisa berhenti mengeluarkan kata, sekalipun tidur, menjadikan siapa saja yang berkenalan dengannya akan dibuat kewalahan. Menjawab pertanyaannya atau mungkin sekadar mendengarnya berceloteh ini dan itu.

Dan hari ini anak dengan rambut keriting inipun kemudian memberikan saya inspirasi baru lagi. Diawali dengan keinginannya untuk membeli kostum Superhero. Bangun tidur tadi, Salfa entah mimpi atau apa, tiba-tiba meminta untuk dibelikan kostum Superhero. Sebagai orang tua, alias emak yang berada di akhir bulan tentu mengernyitkan kening. Pastinya saya akan menolak tetapi mencari kata yang tepat itu yang sungguh menguras pikiran.

“Bunda, Salfa mau beli baju Superman.”

“Lho, Salfa kan perempuan, Superman kan laki-laki. Jadi tidak cocok itu, Fa.”

“Alah… Bunda ini kok.” dengan gaya bicara seperti Upin Ipin.

“Lha iya, masa Salfa mau pakai baju laki-laki.”

“Itu lho, Nda ada Superman perempuan. Rambutnya panjang. Kepalanya ada gini-gini.” sambil menggerakkan jarinya di bagian jidat dan saya kemudian menebak kalau yang dimaksud adalah mahkota.

“Fa, sini duduk di pangku Bunda. Bunda mau bilang sesuatu.”

“Ada apa Bunda?”

“Fa, Bunda belum punya uang untuk beli baju Superman. Itu juga rasanya tidak penting dan bukan kebutuhan. Salfa mengerti ya, Nak?!” jelasku sambil bertatapan wajah dengannya. Saya sadar betul kalau jawaban saya itu mengecewakan hatinya. Namun, saya harus melakukan itu agar Salfa tidak dengan mudah meminta dan mengharap sesuatu harus selalu menjadi kenyataan.

“Hmm… Bunda.” menatapku sejenak lalu beranjak. Saya pikir Salfa sudah bisa menerima. Karena tidak ada lagi kalimat yang keluar. Maka Salfa pun kembali bermain seperti biasa. Namun, ketika saya sibuk menyelesaikan ebook materi keenam Bunda Sayang, Salfa lalu datang menghampiri:

“Bundaaa… tolong ikatin Salfa di sini.” memberikan handuk saya kemudian minta diikatkan seperti sayap Superman. Sontak saya pun benar-benar bangga karena anak ini otaknya lho tidak berhenti bekerja, haha.

“Mau jadi Superman pakai handuk?”

“Iya, Bunda. Inilah Salfa, Supermaaan, yeee…” mata berbinar dan semangat yang tidak pernah surut. Meskipun kebesaran, tetap saja handuk menjadi andalannya.

“Ayaaah… ini lihat Salfa jadi Supermaaan!” teriaknya bangga sambil bergerak-gerak seolah terbang.

***

Ouh ya Allah, bersyukurnya hari ini. Di tengah harus berjibaku dengan deadline kerjaan, toh selalu saja ada penghibur yang bisa sedikit membuat kepala dan jemari saya istirahat. Terima kasih untuk hari ini, Nak. You are so creative!