Think Creative, Langkah Jadi Ibu yang Kreatif – Masuk ke dalam ranah Ibu Profesional, tentu akan menghadapi berbagai macam kompleksitas hidup, khususnya ketika sudah memiliki amanah besar berupa anak-anak. Kehadiran mereka di dunia ini sudah dengan fitrah-nya masing-masing. Tugas kita sebagai ibu adalah menjadi fasilitator yang mampu mengarahkan tahapan-tahapan fitrah tersebut agar berkembang lebih baik.

Selaras dengan itu, maka tidak keliru jika dikatakan bahwa anak sudah terlahir KREATIF. Nah, untuk menjadikan anak memaksimalkan kreativitas yang jika dianalogikan “tombol ON/OFF”, ibu harus mampu mengontrol tombol tersebut. Kapan waktunya menekan “ON” dan kapan seharusnya memutuskan untuk menekan tombol “OFF”. Untuk itu, sangat perlu bagi seorang ibu untuk meng-upgrade diri akan kreativitasnya juga.

Jika dulu kreativitas kita “terkubur” oleh ambisi orang tua terdahulu, maka sudah saatnya kita menjadikan itu sebuah cermin yang tidak pantas diikuti melainkan memutar cermin sesuai dengan posisi tepatnya dalam memantulkan bayangan benda yang ada di dalamnya, bukan?

Mindset Changing

Sebagaimana disebutkan bahwa sebagai ibu harus mengimbangi anak yang sudah terlahir kreatif, maka sudah sewajarnya kita mengubah mindset atau sudut pandang kita.

Jika tadinya anak yang tidak bisa diam, kesana-kemari, tanya ini-itu dan lain sebagainya itu adalah gangguan dan menjadi sesuatu yang dikhawatirkan, maka sudah saatnya bersyukur memiliki anak yang selalu bergerak sehingga bisa dipastikan kalau otak anak sedang bekerja dengan giat. Asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya terolah dengan baik sehingga mampu menciptakan gerakan-gerakan yang begitu antusias setiap hari.

Tidak ada anak nakal. Yang ada hanyalah anak yang selalu ingin tahu sekelilingnya.

Do Not Assume

Seringnya kita sudah su’udzhon atau berprasangka buruk duluan dengan anak kita. Apa yang dilakukannya bisa sangat berbeda dengan apa yang kita asumsikan. Misalnya saat anak memegang gunting. Sebagai ibu kita pasti langsung bereaksi panik, menyangka akan menggunting benda-benda sekitarnya atau bahkan melukai tubuh anak itu sendiri. Padahal bisa jadi, anak memegang gunting justru ingin mengenal lebih dekat dengan bentuk gunting.

Nah, dari sinilah kita bisa mengadakan diskusi dengan anak tentang gunting. Clear & Clarify bahwa gunting itu alat untuk memotong benda seperti kertas dan lain-lain, kalau tidak hati-hati akan terluka karena ujung gunting akan melukai dan berbagai pertanyaan dan pernyataan lainnya. Dengan begitu, kita bisa mengimbangi rasa penasaran anak dengan memberikan input informasi kepadanya.

Open Our Thinking Box

Jika anak mengemukakan pendapat tentang sesuatu, berikan kesempatan! Tidak perlu menyamakan apa yang dipikirkan anak dengan pikiran kita. Let them explore their imagination!

Proses Menuju Ibu yang Kreatif

Menjadi kreatif bukan persoalan sehari – dua hari, melainkan setiap hari harus memastikan diri untuk melakukan proses terciptanya sebuah kreativitas. Karena tidak ada yang benar-benar instant di dunia ini. Semua membutuhkan proses trial and error untuk hasil yang optimal. Untuk itu bisa melakukan 3 Proses Kreativitas berikut: EVOLUSI –> SINTESIS –> REVOLUSI

***

Well… karena sudah mengetahui bahwa IBU yang KREATIF pastinya menjadi kebutuhan ANAK yang KREATIF juga, maka semua harus dilakukan SAAT INI juga.