Tingkatkan Imajinasi dengan Dongeng (Day 01) – Hari ini adalah hari pertama memulai game level 10 dengan membuat dongeng. Memang kegiatan satu ini bukan hal baru, makanya jadi tantangan tersendiri. Untuk olah vokal, saya sendiri tidak menggunakan suara khas binatang, hanya mengubah-ubah intonasi saja. Kadang bass, tenor bahkan tak bernama saking bingungnya, haha.

Dan ini dongeng hari ini:

Pada suatu hari di hutan lebat, hiduplah raja hutan bernama Lion. Dia senang bermain ketik sore hari di sekitar tempat tinggalnya. Hanya saja suatu ketika, Lion harus meraung karena tulang kesayangannya tertinggal di tengah hutan saat bermain. Untunglah Lion berteman dengan Rabbi, kelinci putih yang suka melompat kesana-kemari. Si Rabbi inilah yang menemukan tulang Lion dan mengembalikannya. Sejak saat itu mereka berteman baik. 

Namun, si Mongko, monyet dengan ekor panjang dan berbulu cokelat, tidak senang melihat mereka bermain. Setiap hari mereka diganggu. Rabbi tidak suka dan meminta Lion untuk mengatakannya ke Mongko bahwa sikapnya tidaklah baik. 

Apa yang terjadi? Mongko marah dan melempar Lion dan Rabbi dengan pisang. Tetapi, Lion tetap berada di situ untuk memberitahu bahwa sikap Mongko itu tidak baik. Lion dan Rabbi ingin berteman. 

Sampai di situ, Salfa memperhatikan. Saya pun mengatakan bahwa dongengnya bersambung. Besok akan dilanjut. Tetapi apa yang terjadi? Ternyata Salfa penasaran dengan kelanjutannya. Saya dirayu dengan pertanyaan yang memancing imajinasinya sendiri:

“Bunda, Mongko digigit Lion?”

“Rabbi dan Lion kok ingin berteman? Mongko kan jahat?”

“Mongko kok lempar pisang? Kan ga baik buang makanan ya, Nda?”

Dan masih banyak lagi pertanyaan dan pernyataan yang keluar dari mulut mungilnya. Memang kalau dongeng fabel, Salfa selalu tertarik. Selalu penasaran dengan kisah selanjutnya. Nah, bagaimana kisah besok? Apakah Mongko mau berteman dengan Lion dan Rabbi? Yang jawab benar akan dapat hadiah, haha.

Kita tunggu besok kelanjutannya ya…