Tingkatkan Imajinasi dengan Dongeng (Day 12) – Hari ini kita sibuk. Tepatnya sejak pukul 2 dini hari. Ada suara yang sangat mengganggu tidur saya. Ya, suara yang seolah-olah sedang asyik menggerogoti sesuatu. Saya pun kemudian meminta suami untuk membantu mencari tahu sumber suara. Dan benar, ada banyak rayap plus tikus yang sedang “berpesta” dengan beberapa tumpukan buku tua saya. Hiks…

Saya dan suami membersihkannya secara perlahan dengan perasaan marah, kecewa dan pastinya kaget karena selama ini rumah aman tanpa binatang ini. Tetapi sepertinya saya harus mengikhlaskan jika mereka mencicipi kenyamanan berada di salah satu sudut rumah kontrakan kami. Huft…

Sampai shubuh, kami belum juga kelar hingga Salfa bangun. Kemudian dia heran dengan kondisi rumah yang penuh dengan barang. Salfa tahu kalau sepertinya saya sedang dihadapi masalah. Cukup terlihat di wajah saya yang sangat tidak ramah dengan binatang tersebut. Buku-buku saya jadi sasaran empuk untuk dijadikan sarang. Aaah, kesal banget! Kemudian setelah sejenak rehat, Salfa memeluk saya sambil berkata: “Bunda, kenapa sih tikus sama rayap makan buku Bunda?”

Lalu di sinilah saya ditantang untuk bercerita:

Dahulu kala, ada seorang anak bernama Rara. Banyak yang tidak mau berteman dengan Rara karena sifatnya yang malas membersihkan rumah. Buku-buku, mainan, piring bekas makan dan baju-bajunya, tidak ditata dengan rapi. Melihat sifat pemalas Rara, si Mossy, tikus yang lewat depan rumah Rara pun marah. 

Mossy kemudian ingin membuat Rara sadar bahwa kebersihan itu baik dan menyehatkan. Maka Mossy kemudian mengajak teman-temannya untuk masuk ke rumah Rara lewat lubang pembuangan. Rara tidak sadar kalau rumahnya sudah kedatangan Mossy dan kawan-kawannya. Karena Rara tidak peduli, rumah selalu kotor tak pernah dirawat, Mossy pun semakin kesal. Akhirnya Mossy membuat semakin kotor rumah Rara. 

Nah, suatu hari Mossy kemudian bertemu dengan si Yayap, ketua geng rayap yang terkenal sangat kuat dan perkasa. Maka Mossy mengajak Yayap untuk membuat jera si Rara dengan memakan buku-buku Rara. Yayap pun mengajak pasukannya yang sangat banyak, tak terhitung jumlahnya. Mereka berpesta dengan memakan buku-buku Rara. Mereka kenyang setiap hari karena buku Rara sepertinya tidak pernah dirawat, diatur dengan rapi.

Suatu ketika Rara kemudian menyadari keberadaan Mossy dan Yayap setelah membutuhkan buku lamanya untuk bahan menulis. Betapa kagetnya Rara melihat buku kesayangannya sudah tinggal setengah isi buku karena dimakan oleh rayap. Rara kaget, sedih dan marah pada dirinya sendiri. Dia menyesal karena selama ini malas membersihkan buku, mainan dan semua barang miliknya. 

Rara pun berusaha kembali membersihkan. Rara berharap Mossy dan Yayap tidak datang lagi ke rumahnya untuk membuat kerusakan. Sebab Rara sadar bahwa selama ini dia salah tidak pernah mau menjaga kebersihan. 

***

Setelah mendengar dongeng saya, Salfa kemudian terdiam sambil matanya melihat ke tumpukan buku yang sudah di makan rayap. Lalu tanpa terpikirkan oleh saya, tiba-tiba Salfa nyeletuk: “Bunda, Rara itu seperti Bunda. Bukunya dimakan rayap.”

Duh, Gustiii… Salfa ini kok ya bisa banget simpulkan seperti itu ya, hiks… Yang salah itu saya yang ngasih dongeng apa isi dongengnya sih? #tepokjidat…