Tingkatkan Imajinasi dengan Dongeng (Day 13)

Tingkatkan Imajinasi dengan Dongeng (Day 13) – Malam yang panjang bagi saya memiliki anak aktif luar biasa. Membuatnya bisa tidur di bawah jam 9 malam itu benar-benar kejadian langka. Namun, bukan berarti kemudian saya membiarkannya seperti itu terus. Sebab, kelak di masa depan, Salfa harus terbiasa dengan jadwal tidur dan bangun.

“Ah, namanya juga anak-anak. Biarkan sajalah.”

Mungkin ada yang beranggapan seperti itu sebagai dalih untuk membenarkan jika ada orang tua yang tidak peduli dengan jam tidur anak. Tetapi sungguh saya bukan dari kubu ini, haha. Dan salah satu cara untuk membuat Salfa bisa tidur adalah dengan membuat dongeng tentang mengapa seorang anak balita harus tidur sesuai waktunya.

Imajinasi pun mulai saya genjot. Hingga muncullah dongeng ini:

Dahulu kala ada seorang anak bernama Sasa. Setiap hari dia selalu kesulitan belajar di sekolah. Bukan karena tidak tahu, tetapi rasa kantuknya yang selalu menggodanya setiap kali berada di sekolah. Sasa pun berulang kali bolak-balik ke toilet sekolah untuk mencuci muka. Harapannya bisa segar terus. Tetapi, rasa kantuk tetap membuat Sasa tertidur terus. 

Bu Guru pun bertanya mengapa Sasa seperti itu. Sasa tadinya tidak tahu namun setelah dia bercerita tentang aktivitasnya di rumah, bu guru pun memberikan nasehat kepada Sasa. 

“Sasa, kalau di rumah jangan tidur larut malam ya. Jam 9 sudah harus tidur supaya bisa bangun pagi.” 

“Tapi, Bu kalau malam Sasa main hape. Kalau belum lowbat, Sasa tidak mau berhenti.”

“Wah tidak baik itu, Sasa. Mata bisa rusak kalau kelamaan main hape di malam hari. Nanti bu guru sampaikan ke bunda kamu ya.”

Setelah bu guru menyampaikan nasehat untuk Sasa kepada bunda, maka Sasa pun diminta oleh bunda untuk mengikuti nasehat bu guru. Sayang sekali jika harus ketinggalan pelajaran sekolah hanya karena mengantuk di kelas.

Seminggu kemudian… 

“Bu guru, Sasa tidak mengantuk lagi. Sasa sudah bisa tidur malam jam 9. Dan sekarang saya bisa ceria mengikuti pelajaran di sekolah.

***

Mendengar saya bercerita, memang reaksi Salfa tidak terima karena dia sudah memahami bahwa maksud saya adalah melarangnya main hape di malam hari. Namun, saya percaya lambat laun pasti anak ini bisa berubah…

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You May Also Like