Tingkatkan Imajinasi dengan Dongeng (Day 14) – Kalau kemarin mencoba berdongeng yang menceritakan tentang manfaat tidur sesuai waktu pada Salfa, malam ini kami lebih banyak berdiskusi. Salah satunya adalah mengapa Salfa hari ini tidak diberikan ijin untuk membeli mainan di minimarket dekat rumah.

Salfa menangis sungguhan pun tidak membuat saya berubah pikiran, apatah lagi jika hanya air mata yang sengaja dibuat dengan berpura-pura sedih. Karena hal ini menyangkut konsekuensi dan juga persoalan butuh atau sekadar ingin. Olehnya Salfa kami arahkan untuk memahami konsep ini sejak kecil.

Kemudian saya mengajaknya berbaring agar tidur cepat waktu malam ini. Dan tidak lupa mencoba memancingnya apakah masih senang didongengkan atau tidak. Jawaban yang tidak saya sangka saat Salfa bilang: “Bunda dongen bakai bahasa Inggris saja ya.” Mendengar anak kecil aktif ini mengatakan seperti itu, deg! Saya langsung merasakan detak jantung saya semakin kencang. Maka saya pun seketika mencoba mencari ide akan bercerita apa. Full English is not easy for tonight. 

Some years ago, one rabbit in the forest was jumping while walking in the morning. The butterflies accompanied the rabbit in that morning. They were flying above rabbit. The sun also shined too warm which make the weather so fresh and healthy at the time. 

“Hello, butterflies… what were you doing this morning? Could you play with me?” asked Rabbit.

“Of course, we loved it. We would take our duty in the afternoon.” said the Butterfly

“Yippie… thanks a lot Butterflies. Have you finished your breakfast?”

“Yes, we were so full this morning. How about you? Have you eaten your carrots?” 

While they were walking, the Kangaroo came and asked to join. Kangaroo would play together after Rabbit giving the carrots  to the grandmother. 

*** 

 Saya pun berusaha untuk melanjutkan dongeng yang sejatinya membuat saya belepotan juga ngomongnya. Namun demi anak yang rasa ingin tahu dan berkembangnya yang sangat pesat, I have to do it. Tetapi ternyata di tengah saya dongeng, si Salfa sudah tertidur. Entah dia memahami apa yang saya ucapkan atau tidak. Pastinya besok kita cari tahu, hehe.