Tips Mengatasi Anak Susah Makan – Baca judulnya saja saya sudah geli sendiri. Lha kok gitu? Iya, nih. Soalnya ini adalah pengalaman saya sendiri sebagai Bunda dari Salfa, balita yang usianya kini menjelang 17 bulan.

Tips Mengatasi Anak Susah Makan

Jika mengingat masa-masa di awal mulai MPASI, saya kadang tertawa. Ya, saya menertawakan diri sendiri karena jujur saja, kurang sabar menghadapi polah bayi. Memulai mengenalkan MPASI bagi bayi usia 6 bulan ternyata tidak semudah yang ada di dalam reklame atau pun cerita-cerita motivasi parenting di internet. Beda bayi beda polah. Beda polah beda pula penanganannya. Dan saya sendiri setidaknya bangga karena bisa melewatinya meski tanpa drama.

Masa awal MPASI sudah terlewat dan kini muncul hal baru. Salfa kadang susah makan apalagi di waktu-waktu yang sudah saya susun sedemikian rupa. Tadinya berharap ingin disiplin waktu makan, akhirnya harus mengalah dan mengubah jadwal makan lagi. Nah, di sini saya hanya ingin berbagi secara sederhana saja tips mengatasi anak susah makan, seperti yang saya sebutkan di bawah ini:

  • Ajak makan bersama dengan keluarga lainnya; Salfa suka sekali jika suasana ramai (kecuali jika akan tidur). Saudara yang banyak dan berkumpul dalam satu rumah menjadi kebahagiaan tersendiri baginya. Apalagi jika ada ritual makan bersama, ini kesempatan saya memberikannya makan juga. Salfa akan merasa tertantang dengan ikut berusaha menghabiskan makanannya.
  • Ubah suasana makan; ketika melihat Salfa bosan makan di tempat itu-itu saja, saya mengajaknya ke teras rumah. Nah, di teras banyak hal yang bisa dilihat seperti burung terbang, bunga-bunga di halaman rumah sampai pada kendaraan yang lalu-lalang. Mungkin ada yang berpendapat kalau makanannya khawatir akan terkontaminasi kuman atau apa. Kalau itu sih, pintar-pintarnya seorang Ibu menjaga makanan anaknya tetap steril dan tentunya sehat dikonsumsi.
  • Mengganti menu makanan sesering mungkin; jujur saja ini membuat saya pernah kewalahan. Karena sudah mempersiapkan menu selama sepekan eeeh… si Salfa malah tidak mau makan sama sekali. Setelah mencoba mengganti menu (tetapi kandungan nutrisi dan gizi tetap sama), ternyata berhasil juga. Tak mengapalah asalkan sambil diberitahu pelan-pelan bahwa makanan itu harus dimakan dan tidak boleh dibuang-buang. Senjata ampuh saya sih bilang begini: “Salfa, Ayo dimakan, Nak. Kalau nggak dimakan nanti cicak yang makan.”
  • Tidak memaksa sampai si kecil menyentuh makanannya sendiri; pastilah stress kalau sudah membuat makanan buat anak tetapi nggak Saya mah gitu… Tetapi seiring waktu, saya tidak memaksakannya. Saya mencoba mengalah dengan mengubah jadwal makan. Tidak memaksa sampai benar-benar Salfa minta makan. Apalagi sudah pintar menyebutkan kata “am” yang artinya “makan/makanan”.
  • Memberi makan sambil memperkenalkan cara makan; kalimatnya rumit ya? Hehe… maksud saya di sini, saya mencoba memberi makan dimana posisi sendok dan piring yang berisi makanan tepat berada di depannya. Hal ini memancing Salfa untuk penasaran makan dengan usaha sendiri. Cara ini lebih cepat membuat Salfa menghabiskan makanannya.
  • Memberikan feeding set yang menarik; sebagaimana poin di atas, daya tarik untuk Salfa makan sendiri pun terletak dari bentuk feeding set yang ada di hadapannya. Hal ini bisa dilakukan selain mengubah variasi menu. Tak perlu beli yang mahal. Asalkan aman untuk dipakai sesuai usia anak.

Nah, tips mengatasi anak susah makan versi saya di rumah bersama si kecil, Salfa. Semuanya berdasarkan pengalaman sendiri jadi benar-benar natural. Jika ada yang kurang cocok dengan anak Bunda sekalian, that’s okay… setiap anak memang berbeda…