Webinar Bunda Sayang: Keluarga Multimedia – Beruntung karena masih bertahan di level 12, level terakhir untuk tingkatan Bunda Sayang Batch #2. Tidak terasa hampir setahun menjalani perkuliahan di Bunda Sayang dengan segala macam drama dan tantangannya. Bahkan untuk bertahan tidak mengerjakan game saja rasanya sulit.

Nah, pada level 12 ini ada sedikit perbedaan daripada kuliah sebelumnya. Kalau kuliah-kuliah sebelumnya, kami diberikan materi melalui grup WhatsApp. Tadi malam, kami harus menyimak materi melalui tatap muka virtual dengan Bu Septi selaku founder  Institute Ibu Profesional.

Ada rasa senang karena bisa mendengar suara Bu Septi langsung, namun kekuatan koneksi menjadi hal yang paling utama untuk kelancaran menerima materi. Dan materi kali ini adalah “Keluarga Multimedia”.

Sejalan dengan tema kuliah level 12, maka Bu Septi sudah mengajak peserta perkuliahan Bunda Sayang untuk selangkah lebih maju dengan melek teknologi. Jika selama ini kita hanya mengetahui soal teknologi yang ada di dalam rumah atau sekitar kita saja, maka materi ini membuka wawasan bahwa internet atau teknologi tidak selamanya mengerikan atau membahayakan. Justru orang-orang seperti kita yang notabene bertindak sebagai ibu, istri dan perempuan, sangat perlu untuk meng-upgrade diri di bidang teknologi.

Jangan sampai anak sudah melesat jauh memahami teknologi, sementara kita sebagai orang tuanya justru menjadi masa bodoh karena menganggap sudah bukan zamannya. Perlu dihilangkan pemikiran seperti itu. Sebab, menciptakan anak yang sukses di masanya yang serba “kekinian” saat ini, diperlukan orang tua yang memiliki mental kuat dan wawasan yang luas.

Salah satu contohnya adalah penggunaan aplikasi yang ada di ponsel. Sungguh banyak aplikasi yang bisa memudahkan kita sebagai ibu, istri dan perempuan, baik itu di rumah maupun di luar rumah. Bahkan dengan aplikasi yang ada di dalam ponsel kita bisa menjadi sarana untuk memberikan edukasi kepada anak. Sebut saja aplikasi mainan edukatif.

Hadirnya aplikasi permainan edukatif akan membuat kita sebagai ibu menjadi punya bahan untuk selalu berada di samping anak. Anak pun tidak akan lebih memilih bersama gadget daripada bersama ibu atau orang tuanya. Karena kemampuan untuk menciptakan bonding antara anak dan ibu/ayah itu juga susah-susah gampang. Terkadang tertumbuk pada masalah percaya diri atau tidak, mau melakukan atau tidak.

Untuk itu, dalam webinar Keluarga Multimedia ini, Bu Septi menghimbau agar seluruh ibu profesional, khususnya yang ada di level 12 Bunda Sayang untuk menghadapi tantangan minimal 10 hari dalam menemukan aplikasi bermanfaat untuk keluarga.

Hmm… bagaimana kemudian saya menjawab tantangan Keluarga Multimedia level 12 ini, kita lihat saja bagaimana saya berproses mendapatkan aplikasi kemudian me-review dengan manfaatnya bagi saya selaku ibu, istri dan perempuan yang tentunya akan berimbas pula pada anak dan suami.

Satu pesan Bu Septi yang saya ingat: “Keluarga Multimedia tidak berarti bahwa setiap waktu harus berkutat dengan gadget dan segala perangkat pendukung multimedia. Selalu ad acara cerdas dan time management untuk membuatnya lebih bermanfaat untuk keluarga.

Well… sampai ketemu dalam artikel selanjutnya mengenai perjalanan saya membangun keluarga multimedia yang tidak keabablasan.