Skill yang Perlu Dimiliki Anak Sebelum Masuk TK

Sebelum Masuk TK

“Bun, aku kapan masuk sekolahnya?”

“Nanti aku diantar ayah ya, Bun?”

“Bunda nanti di rumah saja ya kalau aku sekolah. Aku anak pinter kok tidak perlu ditemani.”

“Bun, aku tidur dulu ya. Besok sudah sekolah ‘kan?”

***

Rasanya meleleh air mata jatuh di pipi mendengar celoteh anak kedua kami. Memang anak kedua ini sangat menyita perhatian kedua orang tuanya. Masih ingat banget waktu usianya jelang satu tahun tetapi belum mampu mengeluarkan suara selain menangis.

Kami khawatir waktu itu anak ini mengalami speech delay bahkan bisu dan tuli. Sebab, setiap apa yang kami umpan kepadanya dilihat hanya dengan diam. Tidak ada feedback yang terlihat. Ya, waktu itu pandemi pula sehingga kami benar-benar takut.

Namun, beruntung kami memiliki banyak teman yang bisa diajak diskusi. Bahkan terbitlah solusi. Akhirnya syukur sekali karena anak ini sekarang sudah sangat cerewet bahkan sampai terkadang lelah kami menghadapi setiap celotehannya.

Sebelum Masuk TK

Juli 2024 mendatang, dia akan menjadi murid TK. Usianya belum genap 5 tahun tetapi sudah sangat tidak sabar ingin sekolah. Bahkan setiap hari bertanya kapan sekolah. Beruntung sekali ada anak yang seperti ini. Orangtua tidak perlu memaksa sekolah. Anaknya mau sendiri.

Sudahkah Anak Memiliki Kemampuan sebelum Masuk TK?

Lalu, apa yang harus dipastikan sebelum anak masuk TK? Kemampuan apa yang harus dimiliki si anak agar mampu beradaptasi dengan baik di sekolah? Kami bukan orangtua yang melemparkan sepenuhnya ke sekolah membentuk anak kami akan seperti apa. Tidak akan sanggup guru di sekolah karena yang harus menjadi perhatian pun bukan cuma satu anak.

Berikut beberapa hal yang bisa dipastikan, setidaknya untuk anak saya yang nyaris tidak mampu bicara:

Pandai Ungkapkan Sesuatu, Baik yang Dibutuhkan atau Diinginkan

Memang jenjang TK masih sangat dini bagi anak-anak berada di lingkungan baru. Namun, bukan berarti tidak dikenalkan. Berada di lingkungan sekolah yang di sana ada guru, teman dan perangkat sekolah lainnya, tentu jadi ajang pembelajaran juga untuk anak.

Nah, meski masih TK sebaiknya anak sudah memiliki kemampuan menyampaikan apa isi kepala dan isi hatinya. Bisa menyampaikan kepada guru atau temannya sehingga anak mudah bersosialisasi. Setidaknya anak sudah mampu menyampaikan ke guru jika ingin pipis misalnya. Bisa juga kemampuan anak untuk bilang tidak ke temannya kalau temannya mengganggu misalnya. Kemampuan ini memang terlihat sederhana tetapi akan berdampak jangka panjang.

Diajak Bangun Pagi agar Terbiasa

Terlihat sepele tetapi kalau tidak dibiasakan sejak dini, akan sangat sulit sekali. Soalnya saya sendiri sudah melihat bukti nyata pada saudara-saudara sendiri yang sejak kecil dimanja oleh mama. Sampai besar sulit bangun pagi padahal ada ibadah Subuh yang harus ditunaikan.

Nah, anak-anak yang ingin disekolahkan di sekolah formal, bangun pagi bukan lagi hal sulit. Jadi, perlu dibiasakan agar orangtua juga tetap tenang di pagi hari karena tidak lelah bolak-balik membangunkan anak yang susah bangun.

Melatih Kemandirian Anak

Pakai baju sendiri, pakai sepatu sendiri, pakai tas sendiri bahkan mandi sendiri sudah bisa dilatih sejak TK. Tentu harus tetap diawasi orangtua. Bukan berarti mandiri dibiarkan begitu saja tanpa pengawasan. Nah, anak TK biasanya justru suka jika melakukan apa-apa sendiri. Apalagi kalau semua perangkat sekolahnya masih sangat baru. Biasanya itu yang akan memicu semangat melakukannya sendiri.

***

Well, kemampuan yang high level belum dibutuhkan untuk jenjang TK. Namun, bukan berarti orang tua tidak perlu mengajarinya di rumah. Tetap berikan stimulasi yang tepat agar kelak masuk SD makin memudahkan kita semua.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You May Also Like
Mendekatkan Salfa dengan Buku
Read More

Mendekatkan Salfa dengan Buku

Alhamdulillah… senang rasanya melihat perkembangan demi perkembangan pada diri Salfa. Meskipun usia belum di angka 9 bulan, kelincahannya…