Mengapa Anak Harus Dikenalkan Real Food?

Mengapa Anak Harus Dikenalkan Real Food?

“Bun, teman saya ada yang bolak-balik sakit. Kasihan.”

Ketika anak saya melaporkan itu, saya langsung menghubungi orang tuanya. Maksud hati mencari tahu sakitnya apa tetapi langsung miris ketika disampaikan kalau ada gangguan dengan pencernaannya akiba selalu jajan makanan di luar rumah.

Nyaris tidak pernah makan nasi di rumah karena sudah kenyang dari luar. Dipaksa malah ngamuk marah-marah. Bahkan keluar kata-kata yang tidak seharusnya. Saya yang mendengar cerita si ibu pun cuma bisa menangis sambil pelan-pelan berpikir bagaimana menjelaskan ke anak. Ya, siapa tahu anak saya bertanya ada apa dengan temannya karena sering ijinnya sakit.

Dan memang dengan kejadian itu saya jadi mudah memberikan informasi ke anak-anak betapa pentingnya mengonsumsi makanan yang sehat dan kaya akan nutrisi. Jadi, cara saya mengenalkanya pun sederhan seperti:

Memberikan Contoh di Lapangan sehingga Anak Mudah Memahami

Kalau ada yang sakit seperti kasus di atas, saya sampaikan ke anak sulung bahwa alasan bunda melarang jajan di sekolah dan bawa bekal tidak sekadar mau repot atau mau dianggap peduli sama anaknya. Bunda dan ayah tidak mau dia jatuh sakit karena mengonsumsi makanan yang entah sehat atau tidak karena kami tidak bisa melihat langsung.

Makanya saya bilang, kalau pun gak mau bawa bekal setidaknya kenyang dari rumah. Makan dulu sebelum berangkat ke sekolah. Apalagi kan masuk siang jadi bisa makan siang dulu atau setidaknya perut aman karena sudah terisi. Buah dan sayur sudah harus dikonsumsi dari rumah dengan olahan yang disukai. Meski memang makan sayur aneka rupa itu masih tantangan.

Jika kemudian di sekolah tertarik jajan, kami pun sampaikan jajannya sebisa mungkin yang sudah rekomendasi pihak sekolah. Bahkan bersyukurnya karena kantin sekolah anak juga mau bekerja sama dengan menyiapkan makanan yang meski disukai anak-anak tetapi memiliki nutrisi yang baik pula.

Mengajak Anak Memetik Sayur dan Buah 

Senangnya karena banyak tempat wisata yang memberikan fasilitas petik buah atau sayur. Jadi, selain bersenang-senang, bisa sekalian memperkenalkan anak dengan sayur dan buah. Bahkan anak diajari mengapa penting makan sayur XYZ atau buah ABC.

Biasanya anak akan mudah memahami jika diajari sambil melakukan hal menyenangkan. Makanya sebagai bentuk peduli dengan gizi seimbang, anak-anak perlu mengonsumsi real food. 

Ajak Berselancar di Dunia Cyber 

Biasanya anak saat ini sangat suka sekali dengan teknologi alias suka pegang ponsel, haha. Nah, supaya ponsel tidak sekadar dibuat main game, kita ajak anak untuk mengetahui semua seluk-beluk makanan-makanan yang dikonsumsi dengan browsing. 

Jika anak sudah paham, maka biasanya akan meminta diadakan di rumah dengan alasan baik untuk tumbuh kembangnya. Bahkan mencari tahu idola-idolanya suka real food apa saja sehingga bisa berkarya selalu, itu juga bisa. Memang akan tricky tetapi itulah gunanya orang tua sebagai pendamping dan pengawas.

Ajak Anak Olah Sendiri di Dapur

“Bun, aku makan buah ya. Tak kupas sendiri saja.”

Saya kalau sudah mendengar ini sangat senang. Apalagi si kakak bisa ikut mengupaskan adik-adiknya. Setidaknya mereka kompak dan saling mengingat untuk hal-hal baik. Meski memang namanya adik selalu membuat kakaknya terganggu tetapi di situlah keseruan bersaudara.

Si adik merasa nggudo kakak itu menyenangkan tetapi si kakak merasa itu berlebihan atau sebaliknya. Tidak perlu khawatir karena memang begitulah saudara. Asalkan anak-anak paham bahwa real food adalah kegemaran mereka bertiga, hehe.

***

Well, mengenalkan anak dengan real food memang bisa menambah ketenangan kita sebagai orang tua di tengah maraknya makanan tidak sehat, cepat saji bahkan dengan aneka pengawet yang tidak seharusnya ada. Pelan-pelan saja sebab anak akan memahaminya kelak dengan pasti.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Senyum Pertama Salfa
Read More

Senyum Pertama Salfa

Tersenyum adalah aktivitas paling mudah sebenarnya. Namun, tidak semua memiliki kemampuan untuk melakukannya dengan mudah. Boleh jadi karena…