Tahap Kepompong Day 01

Tahap Kepompong Day 01 – Memulai hari dengan lembaran baru di tahap Kepompong memang tidak mudah. Apalagi dengan kondisi wabah Covid-19 yang tidak kunjung menunjukkan pergeseran grafik menurun. Semakin hari ada saja yang menjadikan jari dan mata melihat informasi. Namun, saya memiliki kewajiban yang harus dikerjakan selama 30

Biarlah Terasing, Karena Kupu-Kupu Cantik Selalu Akan Beda

Termenung. Satu kata ini yang muncul pertama kali setelah membaca ulang hasil chat-ku dengan buddy yang memilihku. Ya, saya mungkin peserta Bunda Cekatan yang paling ngenes karena menjalani dan mengerjakan tugas-tugas boleh dibilang tidak sepenuh hati. Malas? Oh, bukan! Saya hanya selalu didera pertanyaan tentang: “Sudah berapa mantap niat dan langkahmu menjalankan hidup

Menepi Sejenak untuk Melihat Isi Keranjang

Setelah kemudian hampir sebulan bergerilya kesana-kemari untuk memantapkan diri pada sebuah ilmu, lalu tibalah saya harus menepi ke tepi danau untuk melihat, sejauh ini apa saja yang sudah saya bawa di keranjang: Ternyata isinya masih hampir sama dengan sebelumnya meskipun ada tambahan ilmu baru dari sharing anggota keluarga lainnya.

Mengirimkan Hadiah ke Teman Sesama Ulat Bahagia

Jujur saja, saya mau menangis menuliskan ini. Bukan karena saya tidak bisa, bukan! Hanya saja saya merasa sangat tidak memiliki banyak kenalan. Saya masih saja terkungkung dengan karakter saya yang sulit percaya diri. Meskipun saya berhasil mendobrak rasa tidak percaya diri itu dengan Go Live membahas Blog

Teman-Teman Berkemah di Kebun Apel

Jujur saja pekan ini sedang tidak begitu fit untuk mengikuti serangkaian aktivitas. Dua anak saya sedang kurang sehat dan membuat saya kurang tidur. Ditambah lagi banyak deadline pekerjaan sebagai bloger pun berdatangan. Sehingga saya tetap harus berupaya membagi waktu dengan baik. Nah pekan ini saya punya beberapa teman yang sudah saya

Berkelana di Kebun Apel Merah

Masih berada di Tahap Ulat-Ulat Bunda Cekatan Batch #1 dan semakin banyak ilmu yang bisa diperoleh. Mungkin saya yang sedikit membatasi diri karena fokus ke makanan utama. Tadinya mau merambah ke ilmu lain seperti menyiapkan camilan dan juga menata rumah, tetapi saya fokus kepada ilmu yang saya

Bertemu dengan Keluarga WeBS

Saya tidak pernah menyangka akan semenantang ini berada di perkuliahan Bunda Cekatan Batch #1. Pekan ini harus bergerilya mencari keluarga baru yang punya makanan untuk saya habiskan supaya “kenyang”. Mudah? Ternyata tidak juga. Karena yang suka dengan makanan yang sama pun tidak banyak. Bersyukur sekali tidak terlalu