Orang tua mana yang tidak pusing ketika anak yang harusnya makan tetapi tidak mau makan?
Orang tua mana yang tidak sedih ketika anak tidak mau makan sehingga berat badannya turun?
Ibu mana yang tidak stress jika anak GTM justru menyalahkan diri si ibu?
Berbagai pertanyaan masih saja akan muncul jika anak berada dalam kondisi GTM. Ya, GTM atau Gerakan Tutup Mulut ini membuat nyaris semua orang tua merasa bimbang.
Jika pun ada yang santai, itu karena memang persoalan ini cukup dihadapi dengan tenang sambil mencari cara agar anak mau makan kembali dengan lahap.
Lalu, apa yang harus dilakukan orang tua?
Beri Waktu Anak untuk Tenang
Anak yang tutup mulut saat makan biasanya diikuti dengan tangisan jika terlihat ibunya memaksa untuk makan. Nah, berikan waktu untuk anak agar tenang kembali. Biasakan anak untuk memutuskan tetapi dengan orang tua disampingnya yang selalu mendukung dan menemani.
Anak yang tenang bisa kita ajak ngobrol mengenai alasannya tutup mulut. Kalau anak masih berusia batita, mungkin belum lancar bicara tetapi bisa tetap diajak diskusi dengan bahasa si anak mengapa gak mau makan.
Beri Anak Makanan yang Disukai
Coba beri dulu makanan yang disukai anak untuk sementara waktu. Pastikan asupan nutrisinya tetap ada juga. Sebab, dalam kondisi ini anak-anak tetap butuh asupan nutrisi seimbang. Makanya, meski menunya itu-itu saja setiap hari, ditoleransi dulu saja selama sepekan. Biasanya anak akan merasa bosan dan meminta yang lain. Selama untuk makanan yang disukai tidak GTM, artinya aman.
Cek Kesehatan Mulut dan Pencernaan Anak
Ini bisa dicek ke dokter anak atau ke Puskesmas. Untuk mencegah terlambatnya penanganan sehingga sangat butuh dipastikan bahwa tidak ada masalah berarti dalam penceraan anak. Kalau pengalaman saya sendiri, anak yang GTM biasanya ada sariawan di mulut atau sedang akan tumbuh gigi.
Kondisi seperti ini, tidak hanya GTM tetapi juga anak akan merasakan yang namanya sakit karena akan tumbuh gigi. Selain itu, jika terdapat sariawan, otomatis nafsu makan akan berkurang bahkan tidak ingin mengunyah sama sekali karena bergesekan dengan makanan itu perih. Jangankan makanan, minum saja kadang sangat perih terasa. Orang tua yang merasakan ini juga pasti malas makan, apalagi anak-anak yang masih sangat kecil.
Beri Anak Porsi Makan yang Sedikit Dulu
Hmm, kalau anak biasanya makan sepiring, coba diberi setengahnya dulu. Jangan sampai memaksakan kemudian buang-buang makanan. Jadi, dicek dulu mengenai sejauh mana GTM-nya anak. Kalau anak suka dengan makanannya pasti akan minta tambah dengan porsi yang lebih banyak dari yang sebelumnya.
Ajak Anak Ikut Memasaknya Bersama
Jika anak diajak untuk mengolah bahan makanan bersama sebelum menjadi masakan, biasanya anak-anak akan excited. Nah, saat proses memasak ini, orang tua bisa sedikit mengedukasi dengan cara yang fun agar anak tahu manfaat dan khasiatnya ketika makan masakan tersebut.
Bahkan bisa menjadikan momen masak bersama sebagai salah satu cara agar anak tahu lebih banyak tentang ciptaanNya yang bisa dikonsumsi. Dari situ anak juga bisa belajar bersyukur karena masih bisa makan sebab banyak anak di luar sana yang tidak bisa makan dengan enak bersama orang tuanya.
***
Well, tetap tenang ketika anak GTM karena ketika orang tua ikut panik dan bingung, pasti solusi pun tidak muncul dan bisa saja anak justru mendapatkan perlakukan yang kurang baik. Tetap tenang ya dan pastikan mencari solusi seperti di atas.